Maryam binti Imron - Perempuan yang Namanya Disebutkan dalam Al Qur'an

KompasNusantara - Perempuan bernama Maryam binti Imran lahir di Nashirah, Nazareth, Palestina dari rahim Hannah binti Faqudha, istri Ali Imran bin Matsan. Dia adalah satu-satunya perempuan yang namanya dijadikan surat dalam Al-Quran.
Ibunya, Hannah merupakan adik dari istri Nabi Zakaria AS. Maka, Maryam adalah keponakan dari Nabi Zakaria AS dan pernah diasuh olehnya. Anak dari Nabi Zakaria AS pun adalah seorang nabi, yakni Nabi Yahya AS.
Lalu, dari rahim Maryam, lahirlah seorang pemuda yang mulia dan saleh yang menjadi nabi, yakni Nabi Isa AS. Itulah kenapa Maryam merupakan perempuan dari keturunan keluarga mulia.
Dia juga termasuk dalam salah satu umat yang istimewa karena namanya mewakili segala sesuatu yang murni dan memegang posisi terhormat dalam Islam. Sehingga Allah SWT menjadikan Maryam sebagai nama salah satu surat yang ada dalam Al-Quran.
Allah SWT berfirman dalam QS. Ali Imran ayat 42 yang artinya:
“Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang sesama dengan kamu).”
Maryam yang dikenal sebagai perempuan taat beribadah dan ketakwaan yang tidak diragukan lagi. Allah SWT menjadikannya ibu bagi Nabi Isa AS di mana Maryam mengandung tanpa seorang ayah. Namun, ditiupkan ruh langsung oleh Allah, seperti firman Allah SWT dalam QS. At-Tahrim ayat 12 yang artinya:
"Dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat Rabbnya dan Kitab-Kitab-Nya, dan dia adalah termasuk orang-orang yang taat."
Namun, dalam sejarah, Maryam pernah mengasingkan diri karena merasa malu. Hal ini tertuang dalam Al-Quran surat Maryam ayat 23 yang artinya:
"Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata: "Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan."
Kita semua pasti tahu, bahwa hal-hal yang ditutupi pasti akan terkuak juga. Ketika kaumnya mendengar tentang kehamilan Maryam tanpa suami dan menikah, hinaan pun tak dapat dihindari. Alih-alih melakukan sesuatu yang buruk, Maryam menerima hinaan tersebut dengan perasaan tawakal.
Mengetahui bahwa Maryam satu-satunya nama yang diabadikan dalam Alquran, berarti ini termasuk bahwa kisah keluarga Imran pun disebutkan dalam Al-Quran sebagai keluarga yang terpilih.
Allah SWT berfirman dalam QS. Ali Imran ayat 33 yang artinya:
"Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga Imran melebihi segala umat."
Begitulah kisah seorang perempuan yang menjadi ibu dari Nabi Isa AS tanpa seorang suami dan satu-satunya yang kisahnya dan keluarga Imran diabadikan di dalam Al-Quran.