Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tiga Pemuda yang Diseret Ke Neraka dan Dibebaskan Karena Husnudzan Kepada Allah


KompasNusantara - Husnudzon merupakan perilaku yang berkaitan dengan prasangka baik dalam kehidupan sehari-hari. Sikap husnudzon akan menimbulkan keyakinan bahwa segala nikmat dan kebaikan yang diterima manusia berasal dari Allah. Sementara itu, keburukan yang menimpa manusia berasal dari dosa dan kemaksiatannya.

Berprasangka baik atau hunsudzon kepada Allah mampu menyelamatkan manusia dari kejamnya siksa neraka. Seperti yang dikisahkan dalam salah satu hadits sahih. Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan mauqûf sampai Ibnu ‘Abbas. Ia menuturkan:

إِنَّ الرَّجُلَ لَيُجَرُّ إِلَى النَّارِ، فَتَنْزَوِي وَيَنْقَبِضُ بَعْضُهَا إِلَى بَعْضٍ، فَيَقُولُ لَهَا الرَّحْمَنُ: مَا لَكِ؟ فَتَقُولُ: إِنَّهُ لَيَسْتَجِيرُ مِنِّي فَيَقُولُ: أَرْسِلُوا عَبْدِي وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيُجَرُّ إِلَى النَّارِ، فَيَقُولُ: يَا رَبِّ مَا كَانَ هَذَا الظَّنَّ بِكَ فَيَقُولُ: فَمَا كَانَ ظَنُّكَ؟ فَيَقُولُ: أَنْ تَسَعَنِيَ رَحْمَتُكَ قَالَ: فَيَقُولُ أَرْسِلُوا عَبْدِي وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيُجَرُّ إِلَى النَّارِ فَتَشْهَقُ إِلَيْهِ النَّارُ شُهُوقَ الْبَغْلَةِ إِلَىالشَّعِيرِ, وَتَزْفَرُ زَفْرَةً لَا يَبْقَى أحَدٌ إِلَّا خَافَ

Artinya: “Ada seorang laki-laki yang diseret ke dalam neraka. Namun, nereka malah menjauhkan diri dan bagian-bagiannya menciut satu sama lain. Allah Yang Maha-Rahman bertanya kepada neraka, ‘Apa yang terjadi padamu?’ Nereka menjawab, ‘Laki-laki itu selalu memohon perlindungan (pada-Mu) agar selamat dariku.’ Kemudian, Allah berfirman kepada para malaikat, ‘Bebaskanlah hamba-Ku itu.’ Selanjutnya, ada lagi laki-laki yang tengah diseret ke neraka. Saat diseret, dia berkata, ‘Ya Tuhanku, bukankah ini prasangka (baik) pada-Mu.’ Allah lalu bertanya, ‘Apa prasangka baikmu?’ Dia menjawab, ‘Rahmat-Mu akan meliputiku.’ Maka Allah kembali berfirman kepada para malaikat, ‘Bebaskanlah hamba-Ku.’ Terakhir, ada lagi laki-laki yang diseret ke dalam neraka, tapi nereka malah berteriak melengking kepadanya tak beda dengan seperti tarikan bigal saat melihat gandum, lalu meringkik dengan keras tatkala semua orang di sana ketakutan.”

Hadits tersebut menjelaskan kejadian tiga orang laki-laki yang diseret ke dalam neraka pada hari Kiamat. Namun, dua dari tiga laki-laki tersebut berhasil selamat.

Laki-laki pertama selamat dari neraka karena selalu memohon perlindungan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Saat dirinya diseret, neraka justru menjauhkan diri dan menciut. Untuk itu Allah bertanya kepada neraka mengapa ia menjauhkan diri dan menciut dari laki-laki itu. Tentu, Allah maha tahu tentang alasannya. Lalu neraka menjawab, “Karena dia senantiasa memohon perlindungan pada-Mu dariku.” Akibat keadaan itu Allah berfirman kepada para malaikat, “Bebaskan saja hamba-Ku itu.” Akhirnya laki-laki pertama selamat dari neraka.

Laki-laki kedua selamat karena prasangka baiknya kepada Allah. Dirinya berdoa saat diseret oleh para malaikat ke dalam neraka, “Ya Tuhanku, bukankah ini prasangka baik pada-Mu?” Maka Allah menjawab, “Apa prasangkia baikmu?” Si laki-laki menjawab, “Rahmat-Mu akan meliputiku.”

Mendengar hal itu, Allah berfirman lagi kepada para malaikat, “Lepaskanlah hamba-Ku.” Hamba itu telah menunjukan jawaban yang baik. Akhirnya, berkat jawaban dan prasangka baiknya kepada Allah, laki-laki kedua diselamatkan dari neraka.
Terakhir, laki-laki ketiga celaka karena dibinasakan oleh dosa dan maksiatnya sendiri. Pada saat diseret malaikat, laki-laki ketiga tidak melakukan tindakan seperti yang dilakukan dua orang laki-laki sebelumnya. Ketika laki-laki itu didekatkan kepada Neraka, neraka melengking dan meringkik seperti seekor keledai saat melihat pakan. Hingga teriakan dan ringkikannya nyaris membuat jantung copot.

Kondisi tersebut telah dibenarkan dalam Al-Qur'an: "Apabila neraka itu melihat mereka dari tempat yang jauh, mereka mendengar kegeramannya dan suara nyalanya," (QS al-Furqan [25]: 12).

Sahabat, dari kisah hadits di atas, kita dapat menarik beberapa hikmah. Pertama, Allah senantiasa akan melindungi dan menjaga orang yang senantiasa memohon perlindungan-Nya. Untuk itu, kita perlu memohon perlindungan kepada Allah saat di dunia maupun di akhirat.

Kedua, sikap berbaik sangka kepada Allah perlu ditanamkan. Termasuk berbaik sangka akan hal yang akan menyelamatkan kita dari kesengsaraan dan kebinasaan. Seperti pada saat kematian dan hari Kiamat.

Ketiga, orang-orang mukmin yang melakukan maksiat akan dijebloskan ke dalam neraka. Namun, ada yang selamat dan tidak jadi dimasukkan ke dalamnya seperti kedua laki-laki yang dikisahkan di atas.

Terakhir, nash hadist menunjukan bahwa neraka senantiasa dapat melihat dan memperhatikan para calon penghuni yang datang kepadanya.

close